ENESTE.ID
  • Home
  • Tentang Kami
  • Puisi
  • Buku
  • Quote
  • Berita Sastra
  • TBM Cahaya Rumah
    • Literasi Sekolah
      • TK
      • SD
      • SMP
      • SMA
      • KAMPUS
    • Lomba
  • Contact Us
  • Puisi

    Buku

    Berita Sastra

    Setelah Perintah Turun
    Oleh: Gadih Piliang

    Tanah buka ingatan.
    Langit tutup matanya.
    Sesuatu lepas
    tanpa suara.
    Kayu ajar berdiri
    di tempat yang salah.
    Paku tahan napas,
    waktu digantung
    antara ketukan.
    Air datang
    bukan marah,
    tapi patuh. tapi sayang.
    Ia hapus jejak
    yang tolak pulang.
    Ada nama
    tak selesai dipanggil.
    Ada tinggi,
    gagal jadi pelindung.
    Saat semua reda,
    lumpur tetap tinggal.
    Bukan sisa,
    tapi, cambuk peringatan,
    enggan diucapkan.

    Kota Bidadari, 23012026

    Selimut Rindu
    Oleh: Gadih Piliang

    (D)ada sepi
    Tak ada tawa, hanya
    terselubung diam
    di (s)isi hati

    Perih main di sela jari
    Tak ada (s)apa
    Tak ada siapa
    Hanya nyanyian sepi, hibur diri.

    Rindu kurajut
    Rindu kusulam
    Jadi selimut (m)alam
    Penghangat abadi.

    Kota Bidadari, 31012026

    Gadih Piliang nama pena seorang guru di SMAN 1 Bandar Petalangan yakni Yessi Riatny, S.Pd. jurusan Bahasa Indonesia. Berbekal ilmu dan kecintaan terhadap dunia sastra khususnya puisi sehingga karyanya sudah diterbitkan di berbagai media masa yaitu di Tirastime, Kompasiana, Instagram, maupun media sosial lainnya. Saat ini aktif di Asqa Imagination School (AIS). "Ukir karya Lewat Tinta." IG: @cikgu_yessi


     LELAKI TERKURUNG RINDU

    Oleh: Muhammad Sholeh Arshatta

     

    di sela detak paling sepi

    ia telah uban

    mengasuh rindu

    setiap napasnya adalah harap

    derap langkahnya adalah ketakutan

     

    sehubung riuh menolak gemuruh

    ia akhirnya menjual lelah

    memilih kidung irama luka

    mengubur suka bernada duka

    untuk lelap panjangnya

    bersama memori koyak paling pasrah

     

    Pekanbaru, 30 Januari 2026

     

    CUACA DUKA

    Oleh: Muhammad Sholeh Arshatta

     

    21 desember 2025

    sepuluh empat lima:

    "nak, bapak sudah tiada, pulanglah, untuk melihatnya terakhir kalinya!"

     

    waktu mendadak macet parah

    suara parau mamak pecah membunuh sunyi

    lintasi ratusan kilometer jarak

    hujan menderas di pipi

    tubuhku tremor seiring raung tak ubah orang gila

     

    Pekanbaru, 31 Januari 2026

     

    Muhammad Sholeh Arshatta adalah nama pena dari Muhammad Sholeh, S.Si.CPS, penulis kelahiran Sialang Panjang, 4 Desember 1995. Ia merupakan alumni Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau angkatan 2018 yang kini berdomisili di Pekanbaru. Meski berprofesi sebagai Tenaga Kesehatan di Nestle Indonesia, pria berdarah Bugis Bone ini memiliki dedikasi tinggi di dunia sastra.

    ​Perjalanan prestasinya dimulai sejak mahasiswa dengan meraih Juara 1 FMIPA GOT Talent 2017 dan Juara Umum HUT Competer ke-5. Setelah sempat vakum, ia kembali aktif pada 2022 melalui berbagai kelas puisi daring seperti Asqa ImaginationSchool dan Ruang Kata. Tahun 2023 menjadi momentum kebangkitannya dengan meraih Juara 1 Anugerah COMPETER Indonesia dan berbagai penghargaan di Asqa Book Award (ABA). Pada tahun 2024, ia dinobatkan sebagai Duta Baca Online berkat kemenangan di Asqa Book Award.

    ​Eksplorasi seninya merambah ke dunia teater, terbukti dengan gelar Sutradara dan Penulis Terbaik pada Lomba Teater Gelora Teater Riau 2024. Ia juga terpilih sebagai Emerging Writer di Balige Writers Festival 2025 dan peserta Majelis Cipta Teater. Karya solonya meliputi antologi puisi Kepingan Renjana Matamu (2023) dan novel Arok Tan Lika Liku Menjemput Surga (2024).

    ​Hingga kini, ia telah berkontribusi dalam puluhan buku antologi bersama penerbit ternama. Tulisannya juga kerap menghiasi media massa seperti Riau Pos, Ngewiyak, dan Jernih.co.id, dll. Selain menulis, ia aktif mengabdi sebagai mentor di Asqa Imagination School sejak Agustus 2023. Ia terus membuktikan bahwa kesibukan profesional tidak menghalangi langkahnya untuk terus berkarya dan berprestasi di kancah literasi nasional.

    ​IG: @muhammadsholeharshatta

     

     

     

    Cobalah menikmati saat baca buku tanpa terbebani kapan harus selesai. Baca saja. Selesaikan halaman demi halaman, seperti menikmati makanan kesukaanmu tanpa terganggu berapa kali kunyahan sebelum menelan. Buku yang kau pilih untuk kau baca mestinya membahagiakan. Jika tidak bahagia, tinggalkan saja. Cari buku lain, jangan tertekan.

    Welcome Januari

     

    dibuka oleh pengharapan

    dimeriahkan oleh cahaya

    dipenuhi mimpi-mimpi petualangan

    kalender 365 hari:

    terbuka sepenuhnya

                   langkah jiwa raga

     

    di pikiran seluruh bencana

    desember tahun sebelumnya

    kuat untuk direnungkan

    baik peduli atau perusak

    semua mendapatkan peran

    di buku besar pangeran

     

    januari datang berulang

    kota-kota bersolek riang

    menyambut badan-badan terjaga

    tenggelam keriuhan cahaya

     

    detik demi detik terlewati

    lalu sepi, lalu tiada

    rupanya kita sedang menunggu kekosongan

    di antara bermacam ilusi

    yang dihiasi berbagai mimpi

     

    ya

                             semua akan tiba, lekas memberi warna, kemudian purna, ya

     

    welcome januari

    mari berbagi kesedihan tahun lepas

    sebelum menjalani sepi yang lain

    disuguhkan sebagai memori

                            terbuka menjadi

     

    kidung-kidung mengalun

    di hati, dimaknai sebanyak-banyaknya nyeri

                                             mari

     

    Demak, 1 Januari 2026

     

     

    Persembahan

                   Oma Rina

     

    Oma

    bagimu kata-kata

    adalah sekumpulan doa

    masuk ke inti diri

    membawa pengharapan murni

     

    usia hanya sekumpulan angka-angka

    yang tegak di antara riuh kecemasan dan--

    jiwamu yang senantiasa meninggi

                (dalam sajak, pelayaran diterjemahkan)

     

    pada tua

    dianjurkan mengunyah halaman demi halaman

    buku dan realita kehidupan

    sebab pikun bisa bertubi-tubi

    membikin nyeri kesunyian diri

     

    Oma

    persiapkanlah dengan tekun

    hari hari yang limbung, sebab

    esok atau lusa--

    akhir tak bisa diterka ceritanya

     

    kemudian puisi

    huruf-huruf mengikuti ke atas ranjang, di kolong gelap, di bawah bantal, untuk sekedar

    menawarkan sebagai bijaksana

     

    lantas aamin

    mengantar satu pesan

    semuanya adalah kehendak-Nya

     

    masuk

    khusuk

    wajah

    terjawab

    oh my god

     

    Demak, 30 Januari 2026

     

    Mohamad Iskandar. Lahir dan dibesarkan di Sidomulyo Krasak Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Belajar puisi secara otodidak dan gemar membaca apa saja. Puisi-puisinya dimuat dalam berbagai media cetak dan online di antaranya Nusa Bali, Suara Merdeka, Majalah Elipsis, Ompiompi.com, Biem.co, Penaterbang.com, Barisan.co, Annairi.co, Pustaka Ekspresi, majalahelipsis.id, tirastime, balipolitika, RanahRiau.com, lamanriau, riausastra, haluankita.com, dan Harian Visualisasi Puisi. Mendirikan Kelas Puisi Alit (KEPUL) dan Ruang Kata. Buku puisi terbarunya berjudul OKIN (2024). Bergiat di COMPETER Indonesia dan beberapa komunitas sastra online. Instagram: moissania, WA: 082328510750, Facebook: Mohamad Iskandar

     

    Postingan Lama Beranda

    ABOUT US

     



    Platform berisi puisi, quote, buku, dan berita sastra yang diprakarsai oleh Muhammad Asqalani eNeSTe, Eko Ragil Ar-rahman & Cindy Neo.

    SUBSCRIBE & FOLLOW

    POPULAR POSTS

    • Puisi-Puisi Cindy Neo
    • Puisi-Puisi Mohamad Iskandar
    • Ibu dan Abu
    • Puisi-Puisi Muhammad Sholeh Arshatta
    • Menikmati Buku
    • Tentang Kami
    • Puisi-Puisi Gadih Piliang

    Categories

    • Puisi 4
    • quote 2
    • sastra 6
    • Tentang Kami 1
    • tulisan 1

    Advertisement

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    ENESTE.ID



     

    Copyright © ENESTE.ID. Designed by OddThemes