PARADE PUISI


Selentingan
Oleh: Kairan Hanafi

Pernahkah,  
kau dengar kabar tentang istana di ujung negeri?  
Katanya, ada surga, tawa, nada hangat, merpati bawa surat kekasih
Tapi tapak kaki kuda berjejak gelimang lumpur merah
Saat badai mulai menampar pipi takhta yang pongah

Pernahkah,  
kau cium bau tanah ibu yang dihangus dendam?  
Bau pasir panas di makam tandus,
gandum gosong digiling halus,  
asap tahta dari singgasana rakus

Lalu kita?  
Hanya butiran suara yang dilindas
Di ujung jalan, bayi menangis
Di atas, awan menyambar tembok bebal
Di hilir, debu arang rumah mengalir

Jadi,
masih mau kau tangisi vonis sial yang diketok palu raja?
Atau kau hanya menelannya,
agar bisa ikut tertawa di pelukan istana?

Pekanbaru, MMXXVI

Kairan Hanafi, Siswa SMA Al-Huda Pekanbaru yang sangat suka menulis, membaca dan menggambar, kurang bisa berekspresif di depan orang dan lebih memilih terbuka di depan kertas dan di ujung pena. Kelahiran 7 Agustus 2008. Karyanya dibukukan dalam beberapa antologi, pernah dimuat di tirastimes.com, sepenuhnya.com, sanggam.id. Bergiat di Ekskul Sastra Al Huda. IG: @kei_han77

It’s All Greek to Me
Oleh: Setiabasa 

Kukirim sepotong kalimat
ke ruang tanpa pintu
tak lama kemudian
jawaban datang
seperti hujan
yang tahu ke mana harus jatuh

Kata-katanya kukenal
namun susunannya
seperti alfabet
dari negeri lain

Kucoba meraba makna
di sela-sela kalimat
namun ia selalu
selangkah lebih jauh

Seperti berbicara
kepada seseorang
yang hafal seluruh kamus
namun tak pernah
merasakan satu pun kata

Malam makin dalam
layar tetap menyala
aku mencari wajah
di balik jawaban

Dan tiba-tiba mengerti
barangkali bukan bahasanya
yang tak kupahami
melainkan
siapa yang sedang berbicara

Rintis, 21 September 2026

Setiabasa, seorang ibu rumah tangga, ibu dua orang putra dan nenek sepasang cucu. Menyukai membaca sejak kecil. Fiksi, non-fiksi dan juga puisi. Sejak akhir 2022 mengikuti beberapa kelas online: Uti, Asqa Imagination School (AIS), Ruang Kata, Symprerifora dll, untuk belajar menulis puisi dan karyanya sudah masuk dalam beberapa buku antologi puisi.

Ia tengah mempersiapkan buku puisi perdananya. Aktif di Kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS). IG: @setia.xu

Pardon My French
Oleh: Tri Rahmawati

Maaf,
malam ini
lidahku kurang sopan.

Ada kata-kata
terlalu lama duduk manis
di belakang gigi,
pura-pura menjadi doa.

Padahal ia marah,
ia ingin mengetuk meja,
menumpahkan gelas,
lalu menunjuk jam dinding.

Bukankah kau yang menyuruhku
diam selama ini?

Aku hanya tertawa kecil,
sopan santun rupanya
sering menjadi nama lain
dari luka yang dipelihara.

Pardon my French,
sekali ini biarkan mulutku berteriak,
sebab hati terlalu lama
menjadi perempuan baik-baik.

Lumajang, 21 September 2026

Tri Rahmawati, S.T., M.T. adalah seorang Pegawai Negeri Sipil. Saat ini ia aktif menjabat sebagai Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lumajang. Ia telah menamatkan S1 dan S2 Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Ia dilahirkan di Lumajang pada 22 Maret 1988. Beberapa karya puisinya dimuat di media elektronik. Baginya, berkarya melalui tulisan bertujuan untuk menjaga kewarasan sekaligus medium warisan abadi. Aktif di kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS) #72. Ia bisa disapa melalui Instagram: @tri32871.

0 komentar