RUMAH
Oleh: Ajiz Putra
Dindingnya bernapas, kadang berbisik nama yang tak pernah ada,
Cahaya masuk menerangi ruangan yang punya saja makna, di dalamnya topeng gugur, suara yang ditahan, berubah jadi benturan.
Pekanbaru, 2 Agustus 2026
M. Al-Aziz Putra Darisman. Adalah siswa kelas VII.A MTS Al- Huda Pekanbaru. Kelahiran 22 Desember 2013. Aktif di Ekskul Sastra Al Huda. IG: @dyts_ itsjizz
Batu Perdamaian
Oleh: Iin Oyon
Lampu sumbu kain tercelup minyak tanah itu menyala pada pukul
18.00 saat azan magrib telah berkumandang
Tergantung di atas meja kayu ruang makan bilik bambu yang temaram cahayanya.
Menerangi wajah bahagia kami sepulang dari ladang pada pukul lima sore
Ibu menyajikan sop jamur merang yang dibawa ayah dari ladang
Tempe goreng dikasih Wa Tiah dari pasar menyandingi sop jamur
Nikmat tiada tara santapan malam itu.
Ayah bercerita kebun di ladang yang baru selesai digarap
bersama mantu Wa Tiah
Tumpukan batu menjadi tanda kerja ayah seharian
Untuk bangun rumah paman di belakang kebun itu kata ayah
Batu sebesar rumah itu tempatku bermain bersama teman sekelas, kami biasa gunakan tuk menguleg pecel dengan bumbu batu bata merah.
Batu kebun itu kini telah tiada jadi bangunan rumah di kampung kami.
Tempat kami menatap puncak Merapi dan Merbabu di pagi atau sore hari
Jika kami pulang, kami rindu batu itu
Rindu batu besar tempat bermain setiap sore
Batu perdamaian antar tetangga satu kampung
Moga batu perdamaian tetap ada dalam hati penikmatnya walau tanpa rupa.
Perdamaian antar umat manusia lintas waktu dan masa
Karawang, 2 Agustus 2026
Iin Oyon seorang wanita tinggal di Karawang, Jawa Barat, sedang belajar menulis puisi. Pernah ikut menulis 3 antologi puisi dan banyak antologi cerpen. Saat ini aktif di AIS, kelas Asqa Imagination School. Aktif belajar menulis sejak 2022. IG: @iindaryono
Pulang di Jejak Kaki
Oleh: Tri Setyawati
hidup kami dahulu
selebar pematang sawah
sepanjang doa di ujung senja
jejak-jejak kaki tiap pagi
menjinak jarak dengan langkah
mengurai rindu dengan sapaan
siang bernyanyi bersama angin di punggung hutan
kembali pulang bersama kayu bakar
ladang menjadi meja tempat rezeki dihidangkan
sungai mengajari kami cara bersuci
malam tak pernah gelap
ada bintang menjahit langit
ada kunang-kunang menabur cahaya di semak
bahagia kala itu sederhana
secukup nasi jagung dan ikan di sungai
secukup payung daun talas ketika turun hujan
aku kini masih menyimpan rindu
rindu pada hidup yang menapak tanah
menengadah ke langit
dan berjabat tangan dengan manusia
Indramayu, 03 Agustus 2026
Tri Setyawati, M.Pd. Penulis adalah ibu dari dua anak dan menjalani keseharian sebagai pendidik. Hasil karyanya dibukukan dalam beberapa buku antologi dan 4 buku solo. Saat ini ia sedang belajar di Asqa Imagination School (AIS) #71. Jejaknya bisa ditelusuri melalui akun Instagram @tri_setyawati23.


.png)
0 komentar