SULASTRI NAMAKU
Oleh: Uleceny
malam bersinar bulan terang
kerang-kerang laut pesta melepas sel telur dan sperma ke air
kucing liar berpesta pora
tikus-tikus sembunyi dengan manisnya
tangis pertama pecah malam itu
bayi perempuan prematur memegang takdir
dari rahim penuh amniotik ke dunia fana
Ayah, ibu menunduk: doa menjadi nama--- Sulastri
5 Juli, mulai tumbuh di bumi Sumbawa
disirami cahaya bintang-bintang
menjadi ranting pertama paling kokoh di antara ranting pohon
menjadi ranting penopang bagi ranting yang lainnya
kadang angin mulai berembus, kuhalau menjadi bulir-bulir harapan
sebab ingin berpesta seperti kerang laut
mampu menyimpan segala resah, walau bulan penuh milik kelahiranku.
Gedung PGRI Sumbawa, 28 Juni 2026
AKAR
Oleh: Uleceny
kausiram akar pohon rindu
kauberi pupuk
pada anak-anak akar
pada daun-daun menyimpan hujan
pada bebunga menanti arak-arakan
akar-akar berbisik: siapa yang menakar udara?
menanam bibit di pot-pot harap
secawan arak kau siram semalam
pagi berkecambah luka.
yang benar-benar peduli
adalah yang tertanam dalam tanah batin
yang berbagi dalam gelap
yang terus terjaga
tumbuhkan akar kasih sayang
dalam sadar__
akar memberi nutrisi
arak merusak akar
bila kau tak menjaga cahayanya
runtuhlah pohon
daun-daun gugur
buah terkubur dalam angan
__dalam doaku tiada berbilang, tumbuhlah dengan baik.
Sumbawa, 5 Juli 2026
Uleceny, dilahirkan di Sumbawa 5 juli, menulis puisi, cerpen, sudah menerbitkan 3 buku antologi antologi puisi tunggal dengan judul " Rindu Perempuan Rumah Panggung" dan " Cinta Sebening Madu ( Nominasi Buku Satra Indonesia 2024 dan buku sastra terpilih dalam FSIGB 2023) " Serta " Perempuan penjaga Tradisi ( Buku puisi pilihan dalam Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2024). "dan cerpen tunggal ' Merindang Rindu (Hyang Pustaka 2024) . Aktif belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS).
Aktif Komunitas Sastra Sumbawa PANRE SATERA SUMBAWA.
IG: @sulastri. saguni


.png)
0 komentar