Puisi-Puisi Eddy Pranata PNP


SEBUAH RESTO SEAFOOD

1.
ini malam aku lihat langit tanpa kenangan apa-apa; tiada 
pertengkaran atau rindu dan alir sungai kecil di samping rumah 
nyaris tidak menciptakan riak; hanya bisik halus: sedalam-dalam 
luka akan lebih indah luka puisiku yang kaupeluk di kursi depan 
sebuah resto seafood, siang itu...

2.
aku selalu ingin tidur seraya memeluk kenangan-- berpeluk hati 
di teras depan sebuah resto seafood dan bermimpi daya pesona 
perempuan embun tidak membuat aku bodoh dan gila!

Jaspinka, 25 Mei 2026

DEBUR YANG SELALU MENCIPTAKAN SEJARAH BARU

sedalam apa kauselami lautku, sesetia apa? tak 'kan mudah karena 
lautku penuh gelombang dan ceruk karang-- yang selalu siap
memusar orang-orang tulus kian dalam kian paham; mulianya cahaya 
yang berkelebat dari ketinggian mercusuar di atas bongkah karang
: "sudah begitu lama dalam satu perahu, au, desir angin laut telah  
begitu khusuk kaunikmati; pertengkaran dan rindu serupa apa belum 
kaurasakan? rahasia luka serupa apa tak kaupahami? aku bisa gila, 
bisa gila, andai saja harus berpisah!" au, debur itu, selalu menciptakan 
sejarah baru ketika membentur ceruk karang, au, debur itu, mengayun-
ayunkan perahu maha kasih!

Jaspinka, 22 Mei 2026

Eddy Pranata PNP, penyair Minangkabau kelahiran kota Padangpanjang, 31 Agustus 1963. Sekarang menjabat sebagai Ketua Jaspinka— Jaringan Sastra Pinggir Kali, Cirebah, Banyumas. Eddy adalah peserta Pertemuan Penyair Nusantara XIII September 2025 di Jakarta dan penerima apresiasi/bantuan pemerintah dari Badan Bahasa tahun 2025 atas dedikasinya berkarya sastra terus menerus sejak tahun 1980.

0 komentar