Puisi-Puisi Seruni Unie


LEKUK PEREMPUAN

Belajar dari simbah, perempuan harus mengalah Tak boleh marah, meski hati berdarah Tak boleh dendam, meski dada pernah lebam Semua cukup dijalani, tanpa digetuni

Belajar dari ibu, perempuan kudu tangguh Tak usah mengeluh, meski banjir peluh Kudu pintar, agar tak gampang diremehkan Kudu mandiri, biar punya harga diri

Belajar dari kenyataan Tetap pamali perempuan mendahului 
                     : Meski kartini bicara emansipasi

Solo, 2023

ALUN-ALUN WONOSOBO   

Kau menyambutku dengan hujan bau dingin dan semangkuk mie ayam pinggir jalan. Sebelum map membawaku ke ladang, bertemu sungai dan penginapan limapuluhan

Di September genit Angin mengajari kasmaran, pada kelokan setapak juga masjid agung yang kokoh tegak Padamu, aku menjelma remaja lagi Menari centil saat maghrib memanggil Lalu di ubun-ubun kota, selembar sajak memerah muda Menagih alamat syurga

Solo, 2026

Seruni Unie, penikmat puisi asal Solo. Beberapa karyanya berupa gurit, puisi, dan cerkak, terbit di sejumlah media. Pula termaktup dalam 90an antologi bersama.

0 komentar