Puisi-Puisi Syalmiah


Di Batas Waktu
Oleh: Syalmiah

menunggu seperti pisau kecil
diasah diam-diam oleh waktu
setiap detik
adalah ujungnya yang makin tajam
menusuk mata
menusuk rasa
menusuk namamu yang kugantung di kepala

menunggu seperti
berjalan di lorong lorong gelap 
terus menyeret langkah
dalam ragu yang retak oleh detik-detik kian
apus dan asa nyaris padam

aku masih di sini
di batas waktu makin gigil
menjaga namamu
agar tak tenggelam
ke dasar malam paling sunyi

Daya, 9 Mei 2026

Senja di Lereng Usia
Oleh: Syalmiah

senja turun
di lereng usia mulai sepi
sementara langkah-langkah lama
masih terdengar samar
di batu-batu kenangan
bahkan aku pernah jadi hujan
jatuh ke langit ibu
bawa mimpi sebesar lautan
membakar malam
dengan api keinginan tak habis-habis

kini waktu duduk di sampingku
seperti sahabat tua
tak banyak bicara
hanya sudut matanya menunjuk langit
lalu berkata dalam diam
kehilangan tak harus ditangisi

ada wajah-wajah
telah jadi debu di lorong waktu
namun peluknya masih tertinggal
di lipatan doa
seperti senja tetaskan kenangku
pada pasir pasir rindu
yang kubangun di wajahmu

Daya, Mei 2026

Syalmiah, adalah salah satu dari 36 Besar Anugerah COMPETER Indonesia (ACI) 2026 yang pemenangnya akan diumumkan pada bulan Januari 2026 mendatang. Hobinya membaca dan menulis. 

Beberapa karyanya dimuat dalam sejumlah media seperti Timesline, Sastra Sanggam, Ranah Riau, Khatulistiwa, dll. Saat ini ia aktif di Kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS) di bawah bimbingan Muhammad Asqalani eNeSTe.

0 komentar