Isotop Atma
Oleh: Amalia Ramadanti
Empat belas kali semesta berotasi, kita tetaplah partikel anindita yang menenun membran aksara,
Melampaui siklus peluruhan kala, tempat tiap luka melumat menjadi cahaya di rahim niskala,
Di sini, usia bukan sekadar deret angka, melainkan resonansi panjang yang menjinakkan kosmos gila,
Hingga sunyi tak lagi menjajah jiwa, sebab frekuensi kita telah mengkristal dalam satu rupa.
Kita biakkan isotop kata agar pijar empat belas musim tak pernah bungkam dalam kelam,
Menjerat jalinan nyawa dalam gravitasi kasih yang kian tajam di kedalaman kosong paling dalam,
Di altar suci ini, kita pahat prasasti kebersamaan yang mengharamkan segala bentuk mati,
Membangun keabadian dalam orkestra semesta dan bejana kata yang takkan pernah bertepi.
April 25.26, Daksina
Amalia Ramadanti, lahir di Pemalang, 15 Januari 1998. Di sela perannya sebagai ibu rumah tangga, ia menemukan ruang luas untuk bereksplorasi melalui kata-kata sebagai bentuk refleksi dan apresiasi terhadap kehidupan. Menulis baginya adalah jembatan untuk menyuarakan rasa yang sering kali luput dari lisan.
Dedikasinya dalam dunia literasi telah membuahkan berbagai apresiasi, di antaranya sebagai Juara II LCP Tema Cinta bersama Asqa Imagination School, Juara III di Puspamala Pustaka melalui karya Dekat Tanpa Lekat, serta terpilih dalam jajaran 30 Besar LCP Tema Ayah bersama Helvy Tiana Rosa (SIP Publishing).
Karya-karyanya juga telah menghuni berbagai antologi seperti Suara Serumpun Anyaman Rasa, Rintikkata, Sahabat Sepanjang Masa, hingga Lentera di Bulan Suci dan puluhan buku antologi lainnya. Selain buku, tulisan-tulisannya sempat menghiasi media daring termasuk Tirastimes, Sepenuhnya.com, Asqa Imagination School, dan RanahRiau.
Saat ini, ia terus mempertajam intuisi puitisnya bersama komunitas Community Pena Terbang (COMPETER) Indonesia dan kelas puisi Asqa Imagination School. Melalui setiap baris kalimatnya, ia berupaya menangkap suara-suara kecil dari keseharian untuk dijadikan jejak makna yang abadi.
Temui jejak karyanya di Instagram: @aamaiyaaaa
==================================
Kita Akhirnya Sampai
Oleh: Faziellah Yusuf Z
Temanku,
kita pernah menjadi huruf-huruf
yang gugur dari doa yang salah alamat.
tidak ada yang lahir tanpa perlawanan,
tidak ada yang utuh tanpa sesuatu yang pernah pecah.
pernah suatu waktu
kita menjahit mulut sendiri dengan sunyi—
tapi jahitan itu berubah
menjadi racun di kepala kita masing-masing.
lalu kita bertemu.
bukan sebagai nama,
tapi sebagai luka yang saling mengenali.
kita duduk,
menumpahkan isi kepala seperti pecahan kaca,
lalu menyusunnya kembali
menjadi kalimat
agar kita tidak hilang sepenuhnya.
aku pejalan yang hampir kehilangan arah.
kau juga, kan?
kita berdarah-darah, iya.
tapi tidak berhenti.
bukan karena kuat—
tapi karena akhirnya
kita tidak sendirian.
hari ini kita rayakan:
bukan sembuh,
bukan selesai—
tapi karena luka itu
akhirnya punya tempat tinggal.
dan kita menamainya:
kita.
2026
Faziellah Yusuf Z (Zuhdy) adalah penulis reflektif yang mengekspresikan luka, pemulihan, dan makna hidup melalui karya. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan proses memahami diri dan berdamai dengan realitas. Aktif berkarya di berbagai platform digital, ia telah berkontribusi dalam 35 antologi dan menerbitkan 1 karya solo.
Tulisan-tulisannya lahir dari pengalaman batin yang jujur, menghadirkan kedalaman rasa yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Penulis dapat disapa di sosial media @faziellah_yusuf.
=================================
Aventurir Menepi di Competer
Oleh: Esti Rusia
aku; aventurir di lautan feed tak bertepi
letih scroll lintas benua virtual yang kelam
bagai hembus angin
uji denyut nadi di tengah perdebatan teori yang usang
samudra algoritma teori puisi
gelombang emoji dan thread tak berujung
aku termanggu
menahan haus connect yang real
bola mata letih merindu bait viral yang glow up
kapalku karam!
menepi di rumah competer
tanpa aesthetic lebay
hanya bait bait menyala lembut
ia, sunset di playlist
bloom asa tak terhenti
pelukan metafora hangat
competer seolah whisper
pada seorang aventurir
tanpa kapal
'you are home'
aku dibuai love language paling tulus
dalam rima tarian pena terbang
kita, co-create puisi selamanya!
Padang, 26 April 2026
Esti Rahayu Utami lahir di Bandung, 26/10/1977. Lulusan University of People Friendship, Moscow 2004. Sehari-hari ia bekerja sebagai freelancer dalam berbagai bidang. Dalam dunia penulisan, ia lulusan Komunitas Menulis Online (KMO) Batch 49. Aktif belajar berkarya di Asqa Imagination School (AIS), Ruang Kata dan tergabung di komunitas Competer Indonesia.
Ia sudah melahirkan 6 buku solo dan 1 Buku Solo Puisi. Puisi dan cerpennya dimuat di berbagai media cetak dan online; Tirastime.com, kasatmata.com, dermagasastra.com,
sepenuhnya.com, lorongkata.com,
faktakepri.com, ompi-ompi.com,
balipolitika.com,
majalahelipsis.com, ranahriau.com,
selaswara.com,
ngewiyak.com,
majalah Al-Qomar, IG: Competer_Indonesia, KKR Bali, Ruang Kata dll.
Puisi terpilih event Apajake tema Stoa
Puisi terpilih event Elipsis, Seni Kuplet dan Pemerintah Padang Panjang, tema: Puisi Cinta Palestina
Puisi terpilih event Bung Hatta, Labuhan Batu, tema: anti korupsi.
Puisi terpilih jurnal puisi cinta volume 4.
Share puisi-puisi Bali Politika 2024
Ia pernah menjuarai Asqa Book Award XVI sekaligus menjadi pemenang favorit 1. Juara Harapan 2 dan juara favorit 1 di ajang Anugerah COMPETER Indonesia 2024. Anda bisa menghubunginya di IG: @estirutami


.png)
0 komentar