Puisi-Puisi Riami


Cermin yang Gelap

Perihal cermin, susah kutemukan diri
Gambar memburam di musim padang bulan
Jelaga melekat di kesucian darah

Menyusuri arteri dan vena diri
Siapa peduli, aku menolak 
Tapi nista menghitam sepanjang jalur jantung

Kucari jalan menuju muara detak hulu
Agar sejarum cahaya bisa menembus jalan pulang

Bukit Nuris, 22 Maret 2026

Lebaran di Telapak Kaki Ibu

Takbir menggema, kaki ibu sunyi
Nadi berdenyut di ujung jari
Kian lenggang jalan menuju tumit

Dulu telapakmu adalah penjelajah, di musim ikhtiar
Hingga menguat urat kasih sayang

Kini, rambut di kaki menjadi jembatan dalam mengabdi
Kadang susah sekali kulewati

Aku tergelincir dalam kelemahanmu yang bertambah
Lalu mencipta jarak kunjungan

Bukit Nuris, 23 Maret 2026

Riami. Mengajar di SMPN 2 Pakisaji Malang, Jawa Timur. Aktif bergiat menulis di Sekolah Menulis elipsis,
J-Maestro, Competer Indonesia. Menganyam kata-kata menjadi Bahagia. FB: Ria Mi, IG Riami7482, Tiktok: Riami335. Berkarya di Kompasiana.com. Tiras Time, dan media online lain dan beberapa majalah antara lain Elipsis dan HOMAGI. Menulis beberapa buku antara lain buku Drama Fantasi berjudul: Catatan Harian Belajar di Bukit Nuris ,Kisah Romansa di Negeri Awan (Kumpulan Puisi), Pelangi Kerinduan (Kumpulan puisi), Serpihan-Serpihan Kisah Kita (Kumpulan Cerpen), Sajak Biru (Kumpulan puisi), Tentang Matahari Kumpulan Puisi), diterbitkan oleh: Gue Pedia, J-Maestro, Laa Tahzan, dan Hyang Pustaka. Menulis buku solo kumpulan puisi Asmaul Husna dan Pukul 00.00 (heksagraf /cerpen enam paragraf) diterbitkan oleh J-maestro. Memimpin nubar puisi dan pentigraf di penerbit j Maestro. Menulis berbagai antologi bersama antara lain puisi, Cernak, cerpen dan Artikel. Cernaknya pernah dimuat di majalah Kedaulatan Rakyat Jogja, Nusantara Bertutur dan majalah elipsis. Aktif berkegiatan di group Kelas Menulis elipsis, Asqa Imagination School (AIS), COMPETER Indonesia, COMPETER Cabang Malang dan J-Maestro.

0 komentar