PARADE PUISI


Konvergensi dalam Tubuh Aksara
Oleh: Sekar Hartono

Di ruang tanpa koordinat,
awalnya kita hanyalah serpihan 
yang tak diakui langit tanpa nama,
aksara yang tersesat dari rahim makna.

Kau bukan sekadar suara,
melainkan pantul dari sesama,
yang menelisik retakku sendiri.

Kita saling menyalin detak,
menyulam luka,
menjadi ruang teduh bagi kata.

Tak ada aku yang utuh,
tak ada jarak yang tersisa,
hanya tubuh aksara yang dirawat bersama.

Empat belas tahun saling menjaga,
bertarung di medan aksara, 
hingga menjadi simpul-simpul tafsir.

Competer, nama yang kita sematkan pada perjalanan yang tak rampung.

Dan bila kelak,
nama-nama kita luruh dari ingatan dunia,
biarlah yang tertinggal  bukan rupa,
melainkan tapak sunyi 
yang kita torehkan bersama, 
mengendap,
tak tercerai
di tubuh aksara yang enggan gugur.

Purwokerto, 23 April 2026

Sekar Hartono lahir di Jakarta dan kini menetap di kota kecil Purwokerto. Kegemarannya menulis bermula dari cerita pendek, yang kemudian membawanya untuk belajar mengekspresikan diri melalui puisi. Dalam proses itu, ia bergabung dengan komunitas Competer sebagai ruang untuk bertumbuh dan berbagi makna. Menulis pun menjadi jalan sunyi untuk menebarkan kebaikan ke semesta. IG: @yanich1394

=================================

Foniks Hijau yang Terbang di Samudera Rasa
Oleh: St. Alifatul Luthfiyah

bukanlah sekadar cerita lalu;
satu batu
yang dipegang dua burung
iqra' pada punggung yang satu
punggung kedua dilimbur wal qalami wa maa yasthurūn

hujan-kemarau, kemarau-hujan diterabas
satu-dua hingga empat belas warna langit
t'lah direkam oleh empat anak mata

kadang terbang;
mengalun remah di atas air
menukik di titik nadir, lalu
mendugas di pucuk lazuardi

burung-burung yang lahir dari gua garba
sepasang iqra' dan wal qalami wa maa yasthurun
terbang
meninggalkan segala rikuh
mengepakkan sayap satu-satu
sambil dirawatnya batu
yang sedikit rengkah
tertampar puting beliung
lepas hingga tubir relung jantung
dan terbang melesat
melewati pucuk-pucuk asa
hingga berabad-abad
abadan, abadan
abadi

Gresik, 25 April 2026

St. Alifatul Luthfiyah. Penulis pemula yang lahir kembali dari jatuh bangun di dunia literasi. Mengupgrade diri di COMPETER Indonesia, Asqa Imagination School, Kelas Puisi Alit dan kelas kepenulisan lain yang berfokus pada sastra, khususnya puisi. Pernah menjadi 1st Winner Festival Menulis Cerpen Jatim 2010, 2nd Runner Up Anugerah COMPETER Indonesia 2025 dan 1st Winner Asqa Book Award XXV. Puisinya ditayangkan di berbagai platform online dan dimuat di antologi bersama. Silakan kunjungi IG: @alifa_56 dan karyaalifa.blogspot.com untuk korespondensi.

0 komentar