Perahu Koyak
perahu koyak menepi
meninggalkan gegap gempita
gelombang mendera-dera
lubang menganga
adalah coretan suka duka
menghiasi seluruh perjalanan
saat sauh ditambatkan
nyalinya perlahan karam
berakhir sudah daya upaya
Poasia, 7 Juli 2019: 10.25
Pusara Ibu
bersimpuh di pusara ibu
adalah gambaran rindu
dari hulu ke hilir
hingga angin menjemputnya
terasa hamparan luas menerpa
ringan tak bersukma
bersama kelopak mata
menutup kala senja tiba
tak perlu air mata dahaga
Kemaraya, 1 Mei 2019: 19.26
AGUS K. SAPUTRA, lahir 14 Agustus 1968. Alumnus Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram, Jurusan Manajemen, angkatan 1987.
Menyukai puisi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dengan cara ikutikutan lomba. Saat di SD Bebedilan II Ciamis, paling antusias dengan tugas drama. Dan hal ini ditekuni saat ikut pelajaran ekstrakurikuler di SMAN 1 Mataram. Lulusan SMAN 1 Ciamis ini adalah seorang pensiunan PT Pegadaian–terakhir bertugas sebagai Lead di Kanwil VII Denpasar, Bali.
Kini aktif di Akuair: art & creative enterprise (komunitas seni di Kota Mataram, NTB). Imaji Air Api merupakan buku kumpulan puisinya yang kesembilan. Buku kumpulan puisinya yang sudah terbit adalah Kujadikan
Ia Embun (Halaman Indonesia, 2017), Menunggu di Atapupu (Halaman Indonesia, 2018), Sepucuk Surat dan Kisah Masa
Kecil (Halaman Indonesia, 2020), Bermain di Pasar Ampenan (Halaman Indonesia, 2021), Mencari Rumah Sembunyi (Halaman Indonesia, 2022), Januari di Kendari (Halaman Indonesia, 2022), Pertemuan Kecil (Halaman Indonesia, 2024) dan Buku Harian Merah Muda (Halaman Indonesia, 2024).


.png)
0 komentar