ANXIETY PRASEJARAH
ibu meracik racun
dari tetes keringat ayah yang tak ingat
nama-nama anaknya
ditaburi segenggam asam manis hari-hari panjang
yang liat tak terkunyah
digantangnya butiran dosa di dalam kuali
seraya menunggu hujan
barangkali lebatnya akan melarutkan
atau derasnya menenggelamkan
kami menanti dengan nganga selebar tubuh singa
dan perut sehampa semesta yang baru tercipta
sebelum semua planet ada
--Jakarta 08022026
HEY, YOU’VE GOT MAIL!
tahun lalu, di dalam inbox email sesunyi pesta rakyat di negeri diktator, tak kutemukan good news pelipur duka. hanya pamflet-pamflet kotor tentang kejayaan sawit di lahan yang ditraktor, dan eksploitasi tambang-tambang dengan backsound raung eskavator.
tapi tahun ini, masuk sebuah pesan; hampa tulisan serupa laut tanpa ombak, cuma ada sebuah thumbnail melambai-lambai bagai seekor kerapu riang yang sengaja minta dikail. kuklik penuh kecemasan seolah disebut namaku dalam Epstein file.
isinya hanya sebait ramalan nasib paling rungkad di negeri yang seluruh isunya belum terungkap. tentang prediksi cuaca bahwa hujan tangis akan datang membawa badai kekecewaan, silih berganti bersama kemarau keadilan yang mulai melanda.
aku belum selesai membaca saat koneksi terputus. pembuluh kuotaku terpotong, diamputasi pisau efisiensi MBG. wifi-ku mati terbunuh, arwahnya penasaran bergentayangan.
--Jakarta 15022026
Said Kusuma, seorang pecinta sekaligus praktisi seni. Juara 3 Akademi Competer Indonesia 2023, Juara 1 Grup Puisi Om Dedi (FB Mei 2024) & Juara 1 even lomba puisi Gambar Bercerita (IG Des 2025) ini dapat dijumpai karya-karyanya di akun instagram @said_serigalla dan @gelometris. Belajar di Competer Indonesia, AIS, Kelas Puisi Bekasi, HUMA & Ruang Kata.


.png)
0 komentar