Puisi-Puisi Galuh Duti

Sebuah Poci

pada malam keempat, hidup tak kehilangan takdir
gerabah tak kehilangan sejarah
dalam tubuhnya mengerak gula dan sari daun-daun teh 
adalah seribu nikmat 
melanjutkan segala kesempatan: dituang kembali kebahagiaan itu

deretan kata tentang cangkir
pikiran dan renungan
di atas meja jati 
sisa teh dalam poci mengendap  
ada hangat tak sempat terucap

kenangan di Slawi sejauh ini:
apa yang bisa ditolak dari rasa manis dan seduhan? 
kesungguhan setiap aroma, cita rasa, 
dan bait-bait di atas kertas
adalah tulisan paling mujarab untuk cerita
dalam sebuah poci

Malang, 6 Mei 2025

Tafsir Waktu

suara waktu pada denting, tik tak, dering alarm
ada saat mengatur ulang pukul berapa ia dibunyikan
tetapi kantuk lebih kutuk, mata lebih pejam
banyak hal-hal baik terbang sia-sia

sementara di seberang jalanan
orang-orang mengejar pagi buta, kabut, dan gigil
mengunyah gemeletuk gigi
dan merangkul pegangan gerobak sampah

pada akhirnya, waktu pada banyak kejadian
penyembuh luka paling manjur
dibiarkan kesusahan perlahan angkat kaki
dibiarkan ketabahan jadi suara yang digemari

Malang, 14 Juli 2025

Galuh Duti. Perempuan kelahiran Surabaya ini amat menyukai puisi. Dia serius menulis mulai tahun 2022. Baginya, menulis puisi selain hobi juga menjadi jalan untuk bahagia. Novela perdananya berjudul Melukis Wajah. Kelas puisi yang pernah diikuti ThaTa Sastra, Asqa Imagination School, Ruang Kata, dan beberapa kelas lainnya. Puisi-puisinya telah dimuat di Jalan Puisi COMPETER Indonesia, Tirastime, Ruang Kata, Ranah Riau, www.walisongo.com, www.asqaimaginationschool.com, Pura-pura Penyair, Ompi-Ompi, Negeri Kertas dan beberapa media lain. Untuk menjadikan jejak tulisannya, dia juga menulis di beberapa antologi puisi. Pembaca dapat lebih dekat dengan penulis melalui IG @galuhduti FB @Galuh Duti.

0 komentar