Tuhan dan Jumat
Oleh: Syalmiah
konon,
Jumat adalah pintu
yang tak dibuat
oleh tangan siapa pun
tiap kubuka
aku justru ada
di dalam diriku sendiri
di sana,
angin gantungkan bayang
pada akar hujan
burung-burung
bertelur cahaya
dan waktu
gembalakan jam
yang hilang angka
aku ingin menyebut nama-Mu
tapi lidahku
berubah sungai
mengalir tak pernah sampai
ke laut bunyi
lalu kulihat sehelai daun di hari Jumat
tumbuhkan langit
sementara batu
diam-diam jadi air
barangkali
Engkau memang
tak tinggal di puncak doa
Engkau sembunyi
di balik segala yang tak usai kupahami—
seperti benih mimpikan hutan,
atau senja
yang menyimpan fajar.
aku berhenti mencari-Mu
dengan mata.
sebab setiap aku kehilangan arah
ada yang tak bernama
diam-diam
temukan diriku
Kodam 2, 4 Juli 2026
Hutan
Oleh: Syalmiah
mula-mula kubaca
sebagai hutan—
tempat pohon-pohon
menyimpan umur
di balik lingkar batangnya.
lalu satu huruf bergeser.
tinggallah hutan
yang kehilangan h
menjadi utan
sesuatu yang tak ada
namun mengajariku
arti kehilangan
mengukir bahasa baru
huruf-huruf terus berpindah.
hutan, berubah tuhan
dalam batinku
hutan adalah cara bumi
menyebut Tuhan tanpa suara.
ia menyingkap tabir yang menutup pandangku
aku melangkah
makin jauh.
pohon-pohon bukan pohon
melainkan doa
yang sedang berdiri.
daun-daun bukan daun
tapi telinga
yang dengarkan angin
menghafal nama-nama.
dan aku—
hanya sepotong huruf
yang tersesat
di antara kata-kata,
berharap suatu hari
dapat kembali
jadi kalimat
yang utuh
Kodam 2, 4 Juli 2026
Syalmiah, adalah salah satu dari 36 Besar Anugerah COMPETER Indonesia (ACI) 2026 yang pemenangnya akan diumumkan pada bulan Januari 2026 mendatang. Hobinya membaca dan menulis.
Beberapa karyanya dimuat dalam sejumlah media seperti Timesline, Sastra Sanggam, Ranah Riau, Khatulistiwa, dll. Saat ini ia aktif di Kelas Puisi Asqa Imagination School (AIS) di bawah bimbingan Muhammad Asqalani eNeSTe. IG: @syalmiah74_


.png)
0 komentar