Ranting Harapan yang Tua
Oleh: Daffina Khumaira
Maju selangkah dua langkah
Mundur penuh keraguan
Cahaya terbenam di tebing
Boneka kayu telah lapuk diselimuti air
Lihatlah jam yang usang itu
Tak lagi memberikan kesempatan
Segaris ranting sudah patah dari pohon tua
Dimulai bagai berakhir andai
Ia meninggalkan lorong labirin tak bersudut
Melihat jejak tanpa bentuk sempurna
Pekanbaru, 5 Agustus 2026
Daffina Khumaira Al-Indra adalah seorang siswi kelas XI.A SMAS Al Huda dan cukup aktif di Ekskul Sastra Al Huda. Kelahiran 17 September 2010. Pernah mengikuti lomba baca puisi di Praktikum Sastra ke 34 di Universitas Riau (UNRI) dan lomba cipta puisi di Bulan Bahasa Universitas Islam Riau (UIR). IG: @im_pineapple04
Dalam Toilet
Oleh: Galuh Duti
dalam ruang bercermin besar itu
lima menit aku sibuk mengusap muka
kulihat garis ketakutan seperti urat
di bawah kulit menjalar ke mata
kucari cara paling sederhana untuk mengeringkan cemas
dengan tisu atau hand dryer
tapi inci demi inci takut itu jadi nyeri
nyeri yang harus dibilas dengan kucuran air
dan membiarkan wastafel bekerja:
menariknya ke dasar pipa
kurasa
tak ada satu pun wadah cukup untuk menadah kengerian
kecuali toilet!
tempat orang tak terlalu peduli satu sama lain
dan flush!
masygul itu terbuang tanpa mencuri perhatian
Malang, 7 Augustus 2026
Galuh Duti. Perempuan kelahiran Surabaya ini serius menulis mulai tahun 2022. Baginya, menulis puisi selain hobi juga menjadi jalan untuk bahagia. Novela perdananya berjudul Melukis Wajah. Peraih Top 2 Asqa Book Award XXV. Puisi-puisinya dimuat di beberapa media.
Untuk menjadikan jejak tulisannya, dia menulis di beberapa antologi puisi. Pembaca dapat lebih dekat dengan penulis melalui IG: @galuhduti FB: @Galuh Duti.
Danau Tak Pernah Menghakimi Langit
Oleh: Nurianis Dahlan
Di tepi danau senja bias cahaya
ikan menari dalam diam setia
hati belajar jadi tenang
saat angin mengusap lelah panjang
Biar jiwa perlahan pulang
menyusuri langit mulai temaram
meski hidup terus berkelana
selalu ada senja menuntun cara menerima
Kepada Tuhan pasrah seluruh hati
meski hujan pernah datang bawa bencana
semoga esok tetap tumbuh senyum manis
sebab harapan selalu memetik jalan pulang
Dunia Impian, 2025
Nurianis Dahlan lahir di Inuman Kuansing, 1982. Menetap di Batam, mengajar anak-anak sekolah dasar sambil merawat kata. Ia menempuh perjalanan kepenyairan melalui Kelas Puisi Online dan Asqa Imagination School. Bergiat bersama COMPETER Indonesia, COMPETER Batam, Ruang Kata, dan Perhimpunan Penulis Kepri. Buku tunggal pertamanya Lorong Inspirasi terbit tahun 2023, disusul puluhan jejak dalam antologi puisi bersama. Ia merupakan lulusan Kelas Puisi Online Refleksi Jelma Puisi dan Eksperimen Liris di Laboratorium Diksi bersama Muhammad Sholeh Arshatta–Symprerifora Publisher 2026.
Dapat melihat jejak melalui Facebook: @nurianisrifqi dan akun Instagram: @nurianis.


.png)
0 komentar